11:56 pm - Wednesday April 23, 2014

BLACK AND WHITE COMMUNITY feat “ANGGOTA NON-BLOK”

Ini adalah sepenggal cerita keunikan anggota OSIS SMA 7 Medan tahun kuasa 2006.

Mungkin dulu, ketika aku kelas 2 SMA, aku bakal ngelihat kawan – kawan aku semisal roi, vara dan anggota lainnya diskorsing gak boleh masuk sekolah karena rasis, jikalau peraturan sekolah sama seperti peraturan sepak bola sekarang, yang mengharamkan adanya rasisme. FIFA dan badan – badan sepakbola di bawah naungannya dengan tegas mengharamkan adanya rasis di dunia sepakbola dan apabila itu terjadi ancaman denda dan sanksi akan menghantui.

Nah masa aku kelas 2 SMA, yaitu tepat dimana aku aktif diorganisasi OSIS, kami para anggota OSIS sering berdebat tentang siapa yang paling pantas berada dikasta tertinggi OSIS untuk kategori warna kulit. Hahahha aneh memang, mengapa harus warna kulit, kenapa gak dari jabatan, atau siapa yang paling populer disekolah. Namun begitulah kami, angota OSIS yang berisikan orang – orang aneh namun penuh integritas dalam menjalankan tugas.

Kami membagi anggota OSIS dalam 2 kelompok warna kulit yaitu berkulit hitam biasa disebut Black Community dan berkulit putih disebut White Community. Meskipun pada kenyataannya ada juga orang – orang yang keluar dari dua kelompok besar ini dan menamakan dirinya “Anggota Non – Blok”. Black community beranggotakan aku (tentu saja), fredrik (ini orang hitam mampus), sinta etek (akhirnya keluar dan membentuk “anggota non blok” bersama ema), 3 sekawan isgon, ade dan eka. Dan ketuanya adalah joel (anak mabar yang selalu menebar cinta dimana – mana). Kami memiliki lagu kebangsaan ato sebut saja Black Anthem “Laskar Cinta – Dewa 19”.

Ketika menyanyikan lagu ini ada sikap wajib yang harus dilakukan, yaitu. Badan tegak, tangan kiri direntangkan, sementara lengan mengapit ketek, hingga tangan membentuk sudut 900. Ketika lagu dikumandangkan tangan kiri tadi diputar – putar searah jarum jam sambil badan tetap tegak. Lagu ini tidak harus habis dinyanyikan. Cukup bait terpenting dari lagu ini, yaitu “laskar cinta, sebarkanlah BENIH – BENIH CINTA, musnahkanlah virus – virus benci”. Kata – kata yang di capslock harus ditekan dalam pengucapan dan dicamkan dalam hati. Karena itu adalah moto dari black community. Menyebarkan benih – benih cinta dimana – mana (kalo bahasa anak sekarang PHP).  Sementara itu anggota white community terdiri dari vara (si betis seksi), bani (tukang merepet gak jelas, pernah jadi saingan cinta aku secara gak langsung, hehhe) , kodok aka ustadz cabul (si bibir sekseh nan erotis), ipul (si lambat), indrak (mantan preman, yang kemudian pernah membuat trio gigi bersama kodok dan panji. Tujuan utama trio ini ingin mengalahkan joget muter rambut trio macan dengan joget muter gigi-nya). Dan ketua community ini adalah roi (manusia sok tau dengan rambut kereteng judetnya roi bermimpi membuat seluruh dunia masuk kedalam rambutnya). Gak memiliki lagu kebanggsaan. Serta tujuan dari komunitas ini juga gak jelas. Intinya komunitas ini iri melihat bagaimana black community begitu dominan di OSIS. Apalagi ijol sebagai ketua black community adalah ketua OSIS juga. Semakin mengukuhkan eksistensi kami tentunya.

So white community selalu aja ngejek warna kulit kami, mungkin untuk menjatuhkan mental kami. Tapi kami black community gak pernah menggubris ejekan rasis itu. Maklum saja, Nelson Mandela adalah kiblat kami. Pemikiran beliau yang menguatkan kami. Bahwa kulit putih gak melulu di atasa kulit hitam.

Oh iya sekilas aku juga ingin membahas tentang “anggota non-blok”. Anggotanya terdiri dari maria (si money keeper dan tempat peminjaman uang iskandar), iskandar (awalnya kandar anggota black community, namun karena ketergantungannya terhadap maria, ema dan etek. Membuatnya harus keluar dari black community) ema (sound tembak, sebab suara tertawanya mampu memekakan telinga kami. But she have beautiful eyes and smile) dan ketuanya sinta etek. Lagu kebanggasaannya adalah “sedang ingin bercinta – dewa 19”. Aku gak pernah tau filosofi dari pemilihan lagu ini. masih jadi misteri, hehehe. Kelompok ini terbentuk karena adanya kebimbangan dalam menentukan warna kulit, apakah putih atau hitam serta wujud keresahan mereka yang bosan mendengarkan perdebatan antara black dan white community. Maria, ema dan etek adalah motor penggerak utama kelompok ini. dengan etek sebagai ketua karena memang etek yang paling tua, mereka mencoba membuat gebrakan baru yang tidak terpengaruhi oleh doktrin – doktrin dua kelompok besar.

 

Share Button
The following two tabs change content below.

sugihgila

alumni 2007

Latest posts by sugihgila (see all)

Filed in: 2007, Nostalgila SMU

5 Responses to “BLACK AND WHITE COMMUNITY feat “ANGGOTA NON-BLOK””

  1. aldi
    June 27, 2013 at 2:49 pm #

    Alamak gwt jg rasisme yg trbentuk sdmikian rupa, jd klo ada yg mukanya putih bedak keong tp tangan, leher dan kakinya itam dekil msk dlm kategori mana ya? :)

    • June 27, 2013 at 7:42 pm #

      masuk ke non blok la al… untung kita dulu putih bersih semua kulitnya ya… :)

      • Rendra K H
        June 27, 2013 at 7:55 pm #

        bolish itu nonblok loh fer..ya gak

        • June 27, 2013 at 8:22 pm #

          gak juga… hahaha

  2. aldi
    June 27, 2013 at 11:47 pm #

    Bolish msk blok shetannirojim aja hehehe..
    Tp yg rasis2 gini jgn sampe diregenerasikan di sekolahan,kerdil x ntar kita..

Leave a Reply

Switch to our mobile site